Rabu, 25 Mei 2011

Bumi Pun Ingin Dimengerti


Bumi adalah satu-satunya tempat di alam semesta ini yang dapat kita huni. Semua unsur yang ada di bumi memungkinkan kita untuk bisa hidup dan berkembang. Udara membuat kita bisa bernapas, sedangkan air menjadikan tubuh kita tetap segar. Udara maupun air tersedia melimpah di bumi ini. Jadi, kita harus selalu menjaga anugerah Tuhan yang telah memberikan itu semua kepada kita. Untuk  mengingatkan kita agar selalu menjaga dan mencintai bumi, setiap tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Hari Bumi diperingati orang-orang di seluruh dunia.

Kondisi Lingkungan Saat Ini

            Sekarang ini sulit kita temui udara yang sejuk dan segar. Apalagi bagi kita yang tinggal di kota. Polusi udara ada dimana-dimana. Asap kendaraan bermotor, asap yang keluar dari pabrik, sampai dengan asap rokok bisa mengotori udara ini. Udara yang tidak bersih tentu tidak segar. Polusi udara membuat tubuh kita mudah terserang berbagai jenis penyakit, seperti sesak napas, pusing-pusing dan batuk.
            Udara sekarang ini juga sangat panas. Sinar matahari yang harusnya diserap daun-daunan, kini langsung mengenai tanah. Tanah yang kering dan keras akan memantulkan sinar matahari tersebut. Kemudian, sinar yang dipantulkan oleh tanah itu akan mengenai tubuh kita. Jadi, selain langsung terkena sinar matahari, kita juga terkena pantulan sinar matahari dari tanah.
            Pada zaman dahulu, orang-orang masih peduli dengan program tebang tanam, terutama di hutan-hutan. Pohon yang ditebang dengan segera akan diganti dengan pohon yang baru atau penghijauan kembali. Namun saat ini penebangan liar merajalela, tanpa diikuti dengan penanaman pohon kembali. Hal tersebut mengakibatkan jumlah hutan gundul terus meningkat. Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menyebutkan angka penebangan hutan di Indonesia meningkat 2 juta hektar setiap tahunnya. Lebih parah lagi luas areal hutan di Indonesia menurun drastis dari 160 juta hektar menjadi tinggal 90 juta hektar sekarang. Padahal hutan adalah salah satu kantong oksigen terbesar dunia. Sebelum tahun 2000 kumpulan hutan-hutan di Indonesia dianggap sebagai paru-paru dunia. Karena sekitar 67% hutan dunia berada di wilayah Indonesia. Namun akibat keberadaan hutan kurang dipedulikan, jumlah pepohonan di Indonesia berkurang drastis.

Polusi Udara

            Saat ini pabrik dibangun dimana-mana. Dari pabrik-pabrik itu keluar asap hitam yang mengotori udara. Asap dari pabrik tersebut membuat udara semakin panas. Asap dari kendaraan bermotor juga menyebabkan pencemaran udara. Pada mulanya, kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar sebagai sumber energi agar dapat bergerak. Kemudian kendaraan bermotor melakukan pembakaran bahan bakar dan menghasilkan gas-gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Gas-gas tersebut misalnya karbon monoksida (CO ), oksida nitrogen dan hidrokarbon dan ozon (O3). Kemudian zat pencemar udara lainnya antara lain, oksida sulfur, benda partikulat atau partikulat matter (PM) dan logam timbel (Pb).
            Seperti yang telah dijelaskan di atas, karbon  monoksida atau CO dihasilkan oleh asap kendaraan. Sekitar 60% pencemaran udara di kota-kota besar disebabkan oleh transportasi umum. Karbon monoksida bersifat racun dan dapat menimbulkan kerusakan otak. Sedangkan oksida nitrogen dapat bereaksi dengan senyawa hidrokarbon membentuk ozon. Ozon merupakan gas yang sangat beracun dan berbau sengit. Ozon terbentuk ketika percikan lisrik melintas dalam oksigen. Adanya ozon dapat dideteksi melalui bau yang ditimbulkan oleh mesin-mesin bertenaga listrik. Ozon berbahaya bagi kesehatan, karena dapat menyebabkan penyakit pernapasan seperti bronkitis dan asma.
            Benda partikulat merupakan zat pencemar yang berbentuk padat maupun cair yang berubah menjadi gas di udara. Partikulat itu dapat berupa debu, abu, jelaga, asap dan uap. Dalam bahan bakar solar, biasanya terdapat zat pencemar dalam bentuk sulfur. Sulfur dapat menyebabkan pembengkakan membran mukosa karena iritasi sehingga menghambat aliran udara pada saluran pernapasan.
            Logam timbel adalah gas buang yang terdapat dalam bensin. Logam timbel memasuki tubuh melalui saluran pernapasan, mulut, dan juga kulit. Timbel yang masuk ke tubuh kita sebagian besar masuk ke dalam tulang, sebelum akhirnya masuk ke dalam peredaran darah. Jika timbel telah masuk ke dalam tubuh kita, kemungkinan besar tidak dapat dikeluarkan melalui metabolisme tubuh.

Arti Pohon Bagi Kita

            Pohon dapat membersihkan udara yang kotor. Pohon membuat makanannya sendiri untuk berkembang biak. Pada saat itu perlu karbondioksida atau CO2 untuk membantu fotosintesis. CO2­ ­yang diserap pohon lebih banyak dibandingkan berbagai jenis tanaman. Karena pohon mempunyai ukuran yang lebih besar, struktur akar yang kuat dan pori-pori yang banyak untuk menyimpan CO2. CO2 sendiri adalah zat dikeluarkan dari tubuh kita.
            Jika kita menghirup CO2 terlalu banyak, maka tubuh kita akan terkena racunnya. Untungnya zat tersebut diserap oleh pohon dan akan dikeluarkan lagi dalam bentuk oksigen. Oksigen sangat kita butuhkan untuk bernapas. Selain itu pohon juga bisa menjadi peneduh ketika hari sangat panas.
            Pohon bermanfaat mencegah banjir. Menurut para ahli lingkungan, sebuah pohon setinggi sekitar 25 cm dapat menampung lebih dari 250.000 liter air ketika hujan.
            Pohon juga dapat menjadi sumber bahan bakar baru pengganti fosil. Salah satu pohon yang sedang dikembangkan oleh para peneliti dari Instituut Teknologi Bandung adalah pohon Jarak (Jathropha Curcas). Saat diteliti, biji buah jarak ternyata dapat menghasilkan minyak yang energinya setara dengan solar. Penemuan ini sedang diujicobakan untuk mengganti BBM.

Solusi 
            Agar bumi tidak gersang, kita perlu menanam pohon. Jika penghuni bumi menanam pohon maka bumi ini akan menjadi hijau kembali. Warna daun-daun yang hijau menyejukkan mata kita. Udara menjadi sejuk dan segar.
            Lingkungan yang bersih akan tampak asri. Kita bisa menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan nyaman dengan membuat pagar dari tanaman hidup yang diatur rapi. Selain itu tanaman yang ada di sekeliling rumah kita bisa membersihkan udara yang kotor.
            Halaman rumah yang ditanami rumput juga bisa mengurangi polusi udara. Rumput membantu tanah menyerap air hujan sehingga air hujan tidak langsung mengalir ke selokan. Lebih sedikit air yang menalir ke selokan berarti mengurangi terjadinya banjir.
            Pohon-pohon yang kita tanam juga bisa menjadi sumber air bersih. Air hujan yang jatuh ke bumi akan terserap ke dalam tanah. Selanjutnya air itu akan disimpan oleh akar-akar pohon. Akar-akar pohon selain bisa menahan air supaya tidak hilang, juga bisa menghilangkan zat-zat beracun yang ada di dalam air.
Selanjutnya air yang sudah bersih itu akan mengalir ke sumber-sumber air dan sungai. Air yang bersih itu bisa kita gunakan untuk berbagai keperluan, seperti untuk air minum, mandi, mencuci.
            Tentu kita tidak sekedar menanam pohon, tetapi kita memilih pohon yang sesuai dengan suhu dan iklim di daerah rumah kita. Misalnya pohon kaktus untuk yang suhunya cenderung panas.
            Jika memang memungkinkan, kita memanfaatkan angkutan umum. Karena dengan demikian kita sudah turut mengurangi polusi udara.


           

Tidak ada komentar: