Sabtu, 11 Juni 2011

Cara Baruku Mengerjakan Ujian

Alhamulillah, ujian kenaikan kelas sudah kuselesaikan. Sekarang, tinggal berdo’a dan menunggu hasilnya saja.

            Lama tidak bercerita. Kali ini aku akan sedikit bercerita tentang minggu-minggu ujianku di sekolah tercinta. Ya, berhubung saat ini sudah akhir semester jadi wajar saja apabila banyak diselenggarakan ujian. Sekolahku tidak seperti sekolah-sekolah biasanya. Di sekolahku ujiannya tidak hanya MID Semester atau Ujian Akhir Semester, tetapi juga ada ujian RSBI.

(Warning: Ilustrasi tidak cocok)
            Serunya, tempat duduk kelas 7 dan kelas 8 digabung dalam satu kelas. Maksudnya adalah kita (kelas 7) duduknya bersebelahan dengan kakak kelas 8. Nah, karena aku kelas 7c dengan nomor absen 10 maka aku bersebelahan dengan kakak kelas 8c dengan nomor absen yang sama. Kita sebut namanya MF.

            Hari  pertama, aku heran dengan MF. Bel sudah berbunyi satu kali. Artinya waktu mengerjakan tinggal 10 menit lagi. Tetapi, MF baru mengisi lembar jawab komputernya (LJK) kira-kira 5 nomor. Ya. Aku memang meliriknya. Tapi kan tidak mencontek karena berbeda kelas pastinya beda soal. Bosan melirik MF yang masih berutak-atik dengan soal metematikanya, aku pun memilih untuk meneliti identitas pada lembar jawabku. Kupastikan agar tidak ada satu huruf pun yang melenceng. Selesai.

            Kulirik MF yang sekarang LJKnya sudah terisi semua. Heran, kata pertama yang ada dalam benakku. Bel berbunyi dan ujian matematika selesai.

            Hari kedua. Kali ini aku akan menyelidiki cara mengerjakan MF. Memang kurang kerjaan. Kuakui itu. Soal mata pelajaran IPA dibagikan kepada peserta ujian. LJKnya juga tidak lupa. MF mengisi identitas diri pada LJK. Aku juga. Kurasa semua anak melakukan hal yang sama saat itu. Lalu dia mengambil soal. Aku juga. Kami pun mulai mengerjakan. Bedanya dengan caraku mengerjakan, MF tidak langsung menghitamkan jawaban yang dia pilih sedangkan aku iya. Aku pun mencoba mengerjakan dengan caranya. Menurutku, cara itu lebih enak dibanding cara mengerjakanku. Mau tahu kenapa? Karena aku dapat menelitinya saat memindah jawaban ke LJK, tidak membuang-buang waktu untuk menghapus jawaban yang tidak teliti, dan LJK ku tidak putih lagi. Maksud tidak putih lagi adalah huruf-huruf yang kuhapus tidak hilang. Biasanya kalau aku menghapus pasti huruf pada LJK hilang. Dengan cara MF, aku mengerjakan ujian dengan tenang. Terimakasih MF ;)



*nama disamarkan karena aku takut mencemarkan nama baik seseorang :p
            

Tidak ada komentar: