Jumat, 05 Oktober 2012

Memori Kemah Budaya 2012

Kabupaten Sleman mengirimkan satu kontingen untuk berpartisipasi dalam kegiatan Kemah Budaya 2012. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Benteng Vredeburg, Kwarda, dan BP3. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 11 Juli-15 Juli 2012.

Rombongan kontingen Sleman berangkat bersama dari Gubuk Pramuka sekitar pukul 08.00 WIB. Sesampainya di sana, perwakilan dari kami diminta mengambil nomor undian pembagian tempat untuk mendirikan tenda. Kami mendapatkan nomor undian  satu.

Giat Prestasi (GP) yang pertama adalah permainan tradisional. Kulihat sedari tadi  kakak-kakak yang mengikuti permainan tradisional terus berlatih. Setelah Shalat Dzuhur semuanya terlihat sibuk. Yang mengikuti permainan tradisional sibuk dengan kostumnya, sedangkan yang lainnya sibuk mempersiapkan kostum dan peralatan untuk Karnaval Budaya. 

Semua telah siap. Kami berbaris menurut nomor undian.  Tugasku adalah sebagai  Bu Tani. Untuk berperan sebagai Bu Tani itu, aku memakai kostum kebaya jadul dipadukan jarik. Caping dan tenggok pun tak lupa. Kakak-kakak yang lain juga berpenampilan adat jawa. Ada yang bertugas memainkan alat musik, memikul replika Gunung Merapi, menari, dan ada juga yang membawa spanduk Kontingen Sleman.


Kanaval budaya dimulai. Dengan penuh semangat kami bergerak, melangkah dengan mantap. Kami berjalan mengelilingi kawasan Benteng Vredeburg dan Taman Pintar. Kulihat begitu banyak masyarakat yang menonton kami. Kami terus melangkah hingga kembali memasuki kawasan Benteng Vredeburg.

Kamis, 12 Juli 2012
Pukul 05.00 WIB, kami diminta berkumpul di halaman Benteng Vredeburg untuk mengikuti senam pagi. Setelah itu, kami bersih diri dilanjutkan dengan sarapan pagi. Hari ini peserta kemah budaya akan melakukan kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg, Kraton Yogyakarta, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta.



Kegiatan selanjutnya adalah giat prestasi asah terampil budaya wayang dan giat prestasi mading. Aku yang termasuk dalam tim mading kontingen Sleman diminta untuk mempersiapkan alat dan bahan. Teman-teman dan kakak kakak penegak sedari tadi sudah memberiku dorongan semangat. Kali ini aku berjuang bertiga bersama Dias yang merupakan seorang penggalang ramu dan Kak Mila yang merupakan seorang penegak. Kami memasuki tempat giat prestasi berlangsung. Kami sudah mempersiapkan perlengkapan dan bahan mading sematang mungkin karena kami ingin memberikan yang terbaik dari kami.

Peluit sudah ditiup. Itu artinya perlombaan sudah dimulai. Waktu kami untuk membuat mading adalah satu jam 30 menit. Kurasa 90 menit adalah waktu yang sangat singkat untuk membuat mading. Proses membuat mading kami mulai dari awal kecuali proses memotong kertas. Kak Mila dan aku bertugas untuk menulis isi mading sedangkan Dias berugas untuk menempelkan hasil yang sudah ditulis.


“Waktu tinggal 10 menit lagi.” kata salah seorang kakak panitia kepada kami. Aku panik. Tugasku menulisku belum selesai. Aku harus merampungkan menulis cerpen dan puisi yang cukup panjang dalam waktu 10 menit. Teman-teman dan kakak-kakak dari kontingen Sleman tidak henti-henti untuk menyemangatiku.



Sepuluh detik terakhir, mading kami sudah hampir jadi tinggal menempelkan beberapa klise. Syukurlah pada detik terakhir mading kami sudah siap dinilai juri.



Sekitar pukul 19.30 WIB, para peserta giat prestasi paduan suara berkumpul untuk melaksanakan lomba. Pelaksanaan giat prestasi paduan suara bersamaan dengan pelaksanaan giat prestasi macapat dan giat prestasi pidato bahasa Jawa. Selesainya kegiatan kami kembali ke tenda untuk beristirahat.


Jumat, 13 Juli 2012
Seperti hari sebelumnya, pukul 05.00 WIB kami berkumpul di halaman benteng untuk melaksanakan senam pagi. Setelah bersih diri dan sarapan, kami berkumpul untuk melaksanakan kunjungan ke sanggar seni Imogiri. Kami dibagi menjadi  empat regu bis.

Sesampainya sanggar seni Imogiri, kami dikumpulkan di sebuah pendapa. Di sana kami diberi penjelasan mengenai kerajinan wayang, batik, dan keris. Kami juga ditunjukkan cara membuat wayang dan menyanting kain batik. Sungguh, ini kali pertamanya aku melihat proses membuat wayang.


GP Peragaan Busana
GP Guyon Maton
kebersamaan Wirapati
Kami kembali ke benteng. Tetera di jadwal bahwa hari ini pukul 15.00 dilaksanakan giat prestasi mendongeng, menulis dan membaca aksara Jawa, dan giat prestasi mengenal pakaian adat. Aku menjadi supporter untuk kawanku yang berjuang dalam giat prestasi mendongeng. Sekitar pukul 19.00 kami berkumpul di Monumen Serangan Umum 1 Maret untuk mengikuti giat prestasi peragaan busana dan giat prestasi guyon maton. Pukul 24.00 kami kembali ke tenda untuk beristirahat.


Sabtu, 14 Juli 2012
Setelah senam pagi dan bersiap diri, pukul 08.00 kami berkumpul di halaman benteng sebelum melaksanakan kegiatan kunjungan situs candi. Kami dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok mengunjungi situs-situs yang berbeda. Situs-situs tersebut adalah Candi Prambanan, Candi Kimpulan, Candi Kidulan, dan Taman Sari. Aku masuk ke kelompok yang mengunjungi situs Candi Kimpulan di Kabupaten Sleman.

berkumpul di halaman benteng
Sesampainya kami di Candi Kimpulan, kami langsung dipersilahkan untuk menikmati teh manis dan makanan tradisional sembari mendengarkan penjelasan. Kami dijelaskan mengenai cara eksavasi dan pengukuran. Setelah itu, kami dibagi menjadi tiga kelompok yang melakukan tugas berbeda. Aku masuk ke dalam kelompok yang diberi tugas untuk mengukur dan menggambar candi. Di sini, kami harus benar-benar teliti dalam mengukur dan menggambarnya dengan mengonversikan ke dalam skala.

keramaian, kegembiraan, dan kebersamaan di penampilan Wirapati

Setelah menikmati hidangan makan siang di sana, kami kembali ke Benteng Vredeburg. Pukul 20.00 WIB, semua peserta berkumpul di Monumen Serangan Umum 1 Maret untuk menyaksikan giat prestasi membaca puisi perjuangan. Kegiatan itu dilanjutkan dengan pentas seni tiap kontingen. Kontingen Sleman menampilkan yel-yel andalan kami. Kami sungguh gembira malam itu.

Minggu, 15 Juli 2012
Hari ini senam pagi tidak dilaksanakan di halaman benteng, akan tetapi di jalan depan Benteng Vredeburg bersama masyarakat sekitar. Setelah bersih diri dan sarapan, kami berkumpul untuk mengikuti kegiatan talk show mengenai kesejarahan dan kemuseuman. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan asah terampil merangkai peringset. Kami dijelaskan mengenai cara membuat peningset berbentuk angsa.


Setelah menikmati hidangan snack, kami dikumpulkan kembali untuk mengikuti upacara penutupan dan pembagian trofi kejuaraan. Betapa bahagianya aku ketika mendengar bahwa juara 1 giat prestasi mading diraih oleh kontingen Sleman. Pada kegiatan kemah budaya 2012, Sleman menempati urutan ke-3.



selesai~

Tidak ada komentar: