Selasa, 24 September 2013

Surat-2

Teruntuk : hujan

Hai hujan, bagaimana kabarmu?
Aku masih menunggumu sekarang. Yah, walaupun mungkin itu sedikit sia-sia. 
Aku merindukan rintikmu yang dulu.
Aku merindukan bau basahmu yang dulu.
Aku merindukanmu yang lama menghilang.
Hujani aku, basahi aku, dinginkan aku,
bahkan jika kau datang bersama gemuruh-gemuruh itu tak akan kututup telingaku lagi
Tapi tak apa jika kau sedang menghibur yang lain
Aku masih bisa tau diri untuk sadar aku hanya satu dari sekian suara yang mengharapkanmu ada
Setidaknya semua kesibukan ini menguatkanku
Mungkin nanti, besok, ataupun lusa aku bisa menemui rintikmu lagi
Rasanya beda. Aku tau itu.
Tapi setidaknya, barang tiga detik saja kuharap kau hilangkan sesak sakit ini
Tiga detik saja. Tiga detik seperti sekilas semua ini bermula.
Kau tidak akan merendahkanku dengan ini bukan?
Aku tidak lemah.
Hanya saja rasa ini membuatku sedikit goyah.

Salam
^^


Tidak ada komentar: