Jumat, 15 November 2013

Hai, bagaimana kabarmu?
Semoga kebahagiaan selalu menyertai.

Tepat tiga puluh hari sudah berlalu sejak keputusan itu kita buat. Kita sudah tidak melihat. Tidak pernah berbicara. Mendengar suara pun tidak. Ya, aku tau bagaimanapun cerita pasti memiliki akhir. Dan sampai di akhir cerita ini, aku belum sempat berterima kasih atau meminta maaf atas semua yang pernah tertulis di ceritaku. 

"Do you ever wish you had a second chance to meet someone again for the first time?"

Mungkin kita lebih memilih tidak pernah dipertemukan. Dengan begitu tidak akan terjadi semua liku-liku ini. Tidak akan ada yang merasa melukai atau dilukai. Tidak akan ada yang melupakan atau dilupakan. Tidak akan ada menjauhi-dijauhi. Tapi semuanya telah terjadi dan yang terjadi adalah kita pernah bertemu. Aku pernah mensyukurinya. Mungkin suatu hari nanti aku juga akan mensyukuri perasaan-perasaan ini. Mungkin selama ini kita terkekang, mungkinkah itu yang kau rasakan? Jadi kau memintaku untuk mengakhiri ini, begitu juga dengan dirimu sendiri. Hingga kita sama sama terbebas. 

Kalau buku pink bilang perasaan itu karena kebiasaan. Maka aku berusaha membiasakan diri. Membiasakan memandang nama itu dalam diam. Membiasakan tidak memulai percakapan. Membiasakan bercerita lain. Dan membiasakan semuanya yang tanpa ceritamu. Tapi bagaimana jika usahaku tidak berhasil? Bagaimana jika hanya ada aku yang masih terperangkap di cerita itu? Sepertinya usahaku belum nampak jelas hasilnya. Period. Yah, mungkin aku masih membutuhkan waktu. 

Bagaimana denganmu? Ah sepertinya tak usah kutanya itu. Senang mengetahui kau baik-baik saja dengan ceritamu yang baru^^ Kalau dulu waktu membiarkan kita memulai cerita, mungkin suatu hari nanti waktu juga akan membiarkan kita mengenangnya. Yap, suatu hari nanti.

Terima kasih, sungguh.
Dan maafkan aku.

salam

Tidak ada komentar: