Jumat, 02 Desember 2016

Beresonansi

Barangkali benar kata orang. Bahwa ada yang namanya penyakit rindu. Bukan hanya menyesakkan, penyakit itu bisa saja melukai kekebalan tubuh.

Minggu-minggu ini adalah minggu ujian tengah semester. Dan atas kehendak-Nya, aku tengah melewatinya dengan badan yg sedang flu. Diawali dengan demam, lalu radang teggorokan, hidung mampet dan batuk. Aku pernah mendengar bahwa Tuhan mengampuni dosa-dosamu dengan penyakit. Mungkin barangkali Tuhan memberikanku kesempatan untuk mengevaluasi diri saat ini.

Ada satu malam dimana rasanya kepalaku seperti berdenyut dan pandanganku berputar. Ingin minum obat tapi aku sedang menghindari efek mengantuk. Saat itu hampir tengah malam dan rasanya ingin sekali bercerita. Lalu karena tidak mungkin aku membangunkan oranglain yang beristirahat pada akhirnya aku menangis, mengadu sampai puas pada Tuhan. Tiba-tiba, seorang sahabat menyapaku di sebuah aplikasi percakapan. Dan saat itu aku kembali sadar betapa Tuhan mengabulkan permintaanku, sedang aku sering berbuat dosa.

Lintang namanya. Dia adalah yang paling sering mengucapkan, menuliskan, maupun mengirimkan kata-kata ajaib pada kami. Melihatnya menyapa, lalu aku rasanya ingin pulang. Kami bernostalgia malam itu. Lalu dia mengingatkanku tentang masa lalu. Saat itu aku ambruk setelah menyelesaikan 2 babak pertandingan tanpa kuketahui bagaimana hasilnya. Lalu aku ditidurkan di basecamp. Teman-teman mengelilingku dan bertanya kondisi. Aku demam. Bergantian mereka mengompres dahiku dan mengusap air mataku. Lalu setelah bangun dari tidurku, aku bertanya bagaimana hasilnya tadi.
 "Kamu menang wi. Kamu menang"
Demi mengucap dan mendengar jawaban itu, kami sama-sama menangis. Bahkan Melinda yg menjawabnya, menangis lebih keras daripada aku.

Mengingat perjuangan saat itu, mengingat bagaimana beruntungnya aku bertemu kalian, mengingat sungguh betapa perjuangan segenap hati tidak akan mendatangkan kesia-siaan, barangkali akan menguatkanku saat ini dan dikehidupan esok. Untuk jus jambu dan usaha mencari soto lamongan, terimakasih. Untuk telah merawatku saat sakit, terimakasih. Untuk mau menemaniku mencari mie ayam tengah malam, terimakasih. Untuk telah mengukir kenangan yang menguatkan ini, terimakasih. Sungguh terimakasih.

Dan kata-kata ajaib Lintang malam itu adalah,
"Aku percaya rindu itu beresonansi. Ia akan menggetarkan hati yang juga merindu. Seperti kita, malam ini".

2 Des 2016
-dh


Tidak ada komentar: