“Aduuuh panasnya, pinjem kipas dong.” Sering kita dengar teman kita berkata begitu. Terkadang, kita pun jadi sebal ketika teman terus-menerus mengeluh. Memang panas. Siapa bilang tidak panas?
Ya, suhu di bumi semakin lama semakin panas. Orang-orang sering menyebutnya dengan global warming atau pemanasan global. Penduduk dunia pun juga sudah merasakan dampaknya. Coba ingat, sekarang sudah bulan Mei bukankah seharusnya saat ini musim kemarau di Indonesia? Tetapi sampai saat ini pun masih terjadi hujan bahkan cukup deras. Itulah salah satu dampak globalisasi.
Sebenarnya, globalisasi itu apa sih? Tak perlu penjelasan yang rumit dan panjang lebar. Intinya globalisasi adalah meningkatnya suhu di muka bumi. Globalisasi disebabkan oleh adanya gas CO2 dan CH4 yang berlebihan di atmosfer bumi sehingga panas matahari yang seharusnya memantul dari bumi jadi terkekang oleh gas tersebut.Akibatnya, suhu di muka bumi pun meningkat.
Ketika suhu di muka bumi meningkat, es di kutub pun mencair. Cairan es kutub ini menambah volume air di lautan. Lihatlah! Sudah berapa ribu pulau yang tenggelam di muka bumi ini. Memang air di laut dapat menguap, sehingga cadangan awan di atmosfer bertambah. Nah, inilah yang menyebabkan pergantian musim yang tidak menentu.
Mari kita renungkan teman-teman. Apa yang telah kita perbuat untuk bumi? Siapa yang telah mengambil isi bumi, memanfaatkan kekayaan bumi? Setiap saat kita berpergian dengan sepeda dan mobil dengan tenaga minyak bumi. Ibu kita memasak menggunakan kompor gas dari bumi. Rumah yang kita huni juga dari bumi.
Coba kita mulai dari diri kita sendiri. Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya? Apakah kita tidak lagi menggunakan parfum spray? Sudahkah kita lakukan hal yang baik untuk bumi? Bahkan aku pun tidak yakin bahwa saya sudah melakukan yang terbaik untuk bumi.
Ayo kita lakukan hal-hal kecil yang membantu bumi kita. Walaupun masih kita masih anak-anak, kita juga bisa berperan dalam menjaga bumi lho. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, seperti 1)menggunakan pensil mechanic untuk mengurangi penebangan hutan. Kok bisa? Coba tafsirkan, berapa ribu pohon yang ditebang hanya untuk membuat pensil yang lama-lama habis kita rauti. 2) Mengurangi penggunaan tisue. Tisue kan juga berbahan baku kayu. Jadi, perlu menebang pohon lagi deh. Ayo ganti tisue kita dengan sapu tangan. Jangan lupa pilih sapu tangan dengan motif atau gambar yang kita sukai. Seperti aku. Aku memilih sapu tangan dengan motif hewan dan latar polkadot. Lucu lhoo :D. 3)Menggunakan angkutan umum ketika berangkat atau pulang sekolah. Angkutan umum mampu mengurangi penggunaan BBM di kalangan masyarakat. Walaupun panas dan sumpek, tetapi seru juga ketika bisa pulang bersama-sama. Angkutan umum pun dapat meningkatkan jiwa sosial kita. Bu guru Bahasa Jawa di sekolahku mengajarkan tentang tata krama lunnguh (tata krama duduk) yang diantaranya yen pinuju ing bis ana wong wadon, wong tuwa, wong ringkih durung entuk lungguhan, prayogane kowe ngalah (jika di bis ada perempuan, orang tua, orang yang ringkih belum dapat tempat duduk sebaiknya kamu mengalah).
Ayo peduli!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar