"Tapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah cinta kau pastilah yang terbaikyang dituliskan"
-Rindu, Tere Liye
Aku merasa belum pantas membicarakan ini tapi cerita cinta selalu ada di tiap hariku. Ada cerita tentang rasa rindu yang mendalam. Ada cerita tentang hati yang luka. Ada cerita tentang hati yang berbunga-bunga. Bahkan juga yang gundah gulana.
Seorang temanku berkata cinta semacam tidak ada. Katanya jika sekarang, ia datang membawa dosa. Lalu mengapa Tuhan menganugerahi itu kepada manusia seperti kami?
Yang kadang masih tidak bisa mengendalikan diri.
Yang tidak mampu mewujudkan cinta yang terasa.
Yang mungkin masih bimbang apa itu cinta atau bukan.
Atau kami yang salah menyebutkan bahwa perasaan itu adalah cinta.
"Apalah arti cinta,
ketika kami mengangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?"
-Rindu, Tere Liye
Kadang kupikir cinta bukanlah hal rasional yang nyata. Ada yang mau menghabiskan sebagian waktu dunianya untuk menemani orang lain. Ada yang mau menempuh ratusan kilometer untuk membunuh rindu. Ada yang mau mengosongkan isi kantung untuk membeli hadiah. Ada yang mau mengorbankan separuh hatinya untuk diberikan. Ada yang mau memenuhi isi pikirannya pula mengisi malamnya dengan air mata untuk orang lain.
Jika itu cinta, mengapa bagi orang yang merasakan cinta seperti hubungan parasitisme?
"Cinta. Cinta yang memanusiakan hati manusia, Wi"
Ada teman yang berkata begitu. Katanya itulah kebahagiaan. Saat bisa memberikan sebagian waktu hidup kita. Saat bisa melihatnya tersenyum dari dekat. Saat bisa melihat orang lain bahagia karena kita. Itulah kebahagiaan yang cinta ciptakan; yang Tuhan anugerahkan kepada kita.
Lalu bagaimana dengan yang tidak mampu mewujudkannya?
Itu semacam duri yang kita tancapkan sendiri.
Seperti luka yang kita cptakan sendiri.
"Lepaskanlah, Ambo. Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti kembali dengan cara yang mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu."
-Rindu, Tere Liye
Berserah kepada yang menciptakannya. Sepertinya itu jalan keluar yang bijak bagi cinta sejati.
29 Maret 2015
dh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar