Alhamdulillah.
Terima kasih untuk Esen, Tita, Putrika, dan teman-teman. Terima kasih Eighstein. Senang rasanya tetap bersama kalian meski ada yang tidak bisa langsung menyapa, meski rasanya kita berbeda, meski lama tidak berjumpa, meski lama tidak bermain bersama, meski aku sering menghilang, meski kadang aku tidak ada. Sampai suatu hari nanti, entah kapan, aku berharap semoga mimpi-mimpi kita, harapan-harapan kita yang dulu pernah kita impikan bersama dapat kita raih walaupun jalan yang kita tempuh kini sudah berbeda. Teruntuk Tita dan Putrika, terima kasih untuk ide gilanya:")) Dan teruntuk Esen, selamat menempuh jalan yang baru. Kali ini kita tidak bisa berjuang bersama, tapi jangan khawatir kami akan selalu ada di belakangmu, mendukung. Alhamdulillah, aku sudah move on sen, ke hal yang lain B)
Terima kasih teman-teman Selibau untuk harapan yang dipanjatkan untukku dan canda tawa kalian yang selalu ada. Teruntuk Tifa, terima kasih untuk kartu ucapan yang cantik ini.
Terima kasih Kirana, Dias, Adip, dan Dzaki. Terima kasih Lingkaran Kecil. Dulu kita penerang di lingkaran besar. Sekarang kalian penerang di antara kejenuhan-kejenuhanku. Terima kasih untuk selalu ada meski kadang kutinggalkan mengurus hal lain. Terima kasih untuk selalu menghadirkan canda dan tawa meski dunia kita sudah berbeda-beda. Semoga rencana kita kali ini bukan sekedar wacana. Dan teruntuk Dias, selamat menempuh jalan yang baru. Maafkan aku kali ini tidak berjuang bersama membuat rangkuman-rangkuman seperti dulu.
Perisai Diri Padmanaba 71.
Ah, entah bagaimana aku harus berkata-kata. Kalian berhasil membuatku menangis tersedu sedan hari ini. Hampir saja aku mengutuki hariku. Tapi ketika tiba-tiba kalian tergelak tertawa, itu membuatku semakin menangis, bahagia. Sungguh. Kupikir awalnya aku terlalu kelewatan sampai-sampai kalian marah atau bahkan kecewa terhadapku. Tawa kalian itu kado yang indah. Kalian tetap begini meski aku lalai, meski aku membuat kesalahan, meski tiba-tiba aku menghilang. Maafkan aku.
Dan teruntuk Ipeh, terima kasih untuk kata-kata indah yang kamu sematkan pada bunga yang indah. Ini kali keduanya aku menerima rangkaian bunga dan dua-duanya darimu. Aduh, sampai tersipu aku menerimanya. Aamiin, semoga keluarga kita selalu begini. Terima kasih banyaak peh{}
Bapak, Ibuk, Mbak Ayuk, dan Aji.
Terima kasih untuk makan malam yang indah. Sungguh bahagia rasanya bisa berkumpul kemudian bercerita banyak. Terima kasih untuk selalu menyayangiku. Maafkan aku sering membuat ibuk menungguku pulang hingga kadang tertidur di sofa. Maafkan aku sering membuat bapak khawatir sampai-sampai meneleponku untuk bertanya aku pulang jam berapa. Maafkan aku Aji, sering tidak bisa menemanimu berjuang untuk Ujian Nasional. Maafkan aku Mbak Ayuk yang telah membuatmu merelakan banyak hal untukku.
Terima kasih untuk telah mengambil peran dalam ceritaku, entah di tahun ini atau tahun-tahun sebelumnya. Terima kasih untuk kado-kado tak terduga. Maaf jika selama ini aku banyak melakukan kesalahan. Semoga kamu dan aku menjadi hamba yang selalu berusaha menjadi lebih baik di mata-Nya.
24 April 2015
dh
.jpg)
.jpg)
.jpg)
1 komentar:
I love you wik :)))))
Posting Komentar