Dulu aku heran.
Mengapa bisa banyak orang mencintai dan merindukan Jogja sepenuh hati.
Merindukan tiap hembusan angin yang ada padanya.
Merindukan helaian daun yang terbang dari pepohonannya.
Merindukan tapak kaki yang terinjak pada tanahnya.
Hingga gerimis yang dianggap romantis.
Benar kata orang.
Kita akan lebih mencintai saat tercipta jarak.
Dan seperti kebanyakan cinta, aku merindukan Jogja setelah tidak dalam pelukannya.
1.10.16
dh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar